Penjelasan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Beberapa jenis hewan, terutama dari jenis serangga, amfibi dan crustacea mengalami perubahan bentuk selama siklus hidupnya. Proses ini dikenal sebagai metamorfosis. Berdasarkan perubahan fisik yang terjadi, metamorfosis dibedakan kedalam dua jenis yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.

Metamorfosis dikatakan sempurna jika tahapan-tahapannya terpenuhi seluruhnya mulai dari tulur → larva → pupa/nimfa → imago. Secara kasat mata, metamorfosis sempurna dapat dikenali dengan mudah, yaitu pada perubahan bentuk di fase pupa atau kepompong yang terlihat sangat berbeda dari hewan dewasanya. Beberapa hewan yang melalui siklus metamorfosis sempurna diantaranya adalah kupu-kupu dan nyamuk.

Lain halnya pada siklus metamorfosis tidak sempurna, perubahan fisik yang terjadi dari mulai telur hingga menjadi hewan dewasa tidak melalui perubahan bentuk yang ekstrim. Siklus seperti ini dialami oleh beberapa jenis hewan diantaranya jangkrik, kepik dan capung.

metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna

Siklus metamorfosis

Metamorfosis merupakan tahap pertumbuhan biologis hewan mulai dari dilahirkan atau ditetaskan hingga menjadi hewan dewasa dan melalui serangkaian perubahan fisik yang ekstrim. Perubahan fisik ini terbagi ke dalam 5 fase dan masing-masing akan berbeda untuk metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Fase-fase metamorfosis tersebut adalah sebagai berikut:

1. Telur

Ketika hewan jantan dan betina memasuki masa reproduktif, sel telur betina akan dibuahi oleh sperma jantan dan terbentuklah zigot yang menjadi cikal bakal telur. Telur-telur yang sudah dibuahi akan dikeluarkan oleh hewan betina dan diletakkan pada tempat yang cocok untuk pertumbuhan sang telur.

Untuk hewan yang mengalami metamorfosis sempurna mereka akan meletakkan telur-telurnya pada area yang banyak makanan untuk anak-anaknya. Seperti kupu-kupu akan menaruh telurnya pada daun karena larva kupu-kupu membutuhkan daun sebagai makanan. Lainhalnya dengan nyamuk yang meletakkan telurnya di air karena larva nyamuk hidup di air.

2. Larva

Setelah telur menetas, akan muncul hewan kecil yang di sebut larva. Pada fase larva hewan akan menjadi sangat rakus dan selalu ingin makan, karena itu perkembangan tubuhnya menjadi sangat cepat. Pada fase ini juga, hewan mengalami molting atau melepas kulit bagian luarnya kemudian menggantinya dengan kulit yang lebih besar.

Pada fase larva ini, serangga seperti kupu-kupu bahkan dapat melakukan molting hingga 5 kali dalam satu siklus larva. Ciri-ciri utama pada fase larva ini adalah muncul hewan baru yang secara fisik sangat berbeda dengan hewan dewasa.

3. Pupa

Pada kupu-kupu, larva yang sudah mulai besar akan memasuki masa istirahat dimana ia akan membuat kulit bagian luarnya mengeras seperti cangkang atau biasa disebut kepompong. Inilah fase pupa dimana larva tidak lagi rajin makan namun akan beristirahat dan berdiam diri dalam kepompongnya dan bersiap menjadi hewan dewasa.

Pada fase pupa, hewan yang bermetamorfosis akan terlihat seperti mati karena tidak bergerak. Padahal pada fase kepompong inilah terjadi perubahan besar struktur tubuh dari bentuk larva menjadi imago atau hewan dewasa.

4. Nimfa

Fase nimfa terjadi pada hewan dengan metamorfosis tidak sempurna. Pada fase ini hewan yang sudah menetas dari telur akan memiliki ciri fisik mirip dengan indukannya namun dalam ukuran lebih kecil dan beberapa organ tubuhnya belum berkembang sempurna.

5. Imago

Imago merupakan perubahan bentuk fisik terakhir dari metamorfosis sempurna maupun metamorfosis tidak sempurna. Pada fase ini hewan sudah memiliki fisik yang sempurna dengan fungsi-fungsi fisik yang lengkap, seperti fungsi reproduksi, gerak, pernapasan, dll. Pada fase ini hewan akan memasuki masa reproduksi untuk melanjutkan keturuan dan kemudian akhirnya menua dan mati.

Metamorfosis sempurna (holometabola)

Metamorfosis sempurna merupakan fase perkembangan serangga atau organisme yang siklusnya dimulai dari bentuk telur → larva → pupa/kepompong → imago/hewan dewasa. Hal yang mencolok pada siklus metamorfosis sempurna adalah bentuk fase awal (fase larva) sangat berbeda jauh tampilan fisiknya dengan hewan dewasanya.

Setiap fase pada metamorfosis sempurna memiliki fungsi spesifik masing-masing, utamanya untuk menyesuaikan dengan lingkungan dan fungsi fisiologisnya. Misalnya, pada fase larva hewan akan lebih banyak makan dan memacu pertumbuhan. Sementara pada fase pupa atau kepompong, hewan tidak lagi makan namun fisiologinya yang akan berubah secara drastis. Pada fase ini hewan akan berlindung di dalam lapisan kulit luar yang lebih keras.

Berikut adalah beberapa jenis ordo serangga yang siklus hidupnya mengalami metamorfosis sempurna:

  • Coleoptera, termasuk kumbang kelapa dan kumbang sagu.
  • Lepidoptera, beragam jenis kupu-kupu dan ngengat.
  • Hymenoptera, termasuk jenis lebah, tawon dan semut.
  • Diptera, beragam jenis lalat.

Selain pada beberapa serangga tadi, metamorfosis sempurna juga terjadi pada katak.

Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola)

Metamorfosis tidak sempurna merupakan fase perkembangan serangga atau organisme yang siklusnya dimulai dari bentuk telur → nimfa →imago/hewan dewasa. Pada siklus metamorfosis tidak sempurna fase larva tidak terjadi. Telur akan menetas menjadi nimfa yang secara fisiologis bentuknya mirip dengan hewan dewasa namun ukurannya lebih  kecil dan beberapa organnya belum tumbuh sempurna.

Beberapa jenis ordo serangga yang melangsungkan hidupnya dengan siklus metamorfosis tidak sempurna, seperti:

  • Hemiptera, beragam jenis kepik, kutu daun, tonggeret.
  • Orthoptera, beragam jenis belalang dan jangkrik.
  • Mantoda, beragam jenis belalang sembah.
  • Dermaptera, beragam jenis cecopet.
  • Odonata, beragam jenis capung.
  • Blattoda, beragam jenis kecoak.

Persamaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna

Secara umum ada 2 persamaan mendasar yang sama-sama terjadi baik pada metamorfosis sempurna (holometabola) maupun metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola). Kedua persamaan tersebut yaitu:

  • Sama-sama menandakan perubahan morfologis dan biologis selama perkembangan suatu organisme.
  • Perubahan yang terjadi merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan sekaligus pengumpulan energi untuk perkembangan suatu organisme.

Perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna

Beberapa perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna yang mendasar dijelaskan dalam beberapa poin berikut:

  • Fase larva:
    • Metamorfosis sempurna: telur menetas menjadi larva dan terus berkembang menjadi larva dewasa yang kemudian menjadi ulat atau magot.
    • Metamorfosis tidak sempurna: telur yang menetas akan menjadi nimfa, bentuk kecil dari hewan dewasa yang terus berkembang tanpa melalui fase pupa atau kepompong.
  • Fase pupa:
    • Metamorfosis sempurna: terdapat fase pupa atau kepompong.
    • Metamorfosis tidak sempurna: tidak terdapat fase pupa.
  • Pola makan:
    • Metamorfosis sempurna: berbeda-beda pada setiap fasenya.
    • Metamorfosis tidak sempurna: setiap fase memiliki pola makan yang sama.

Nah, cukup jelas bukan bagaimana metamorfosis sempurna dan tidak sempurna ini berlangsung dan dapat terlihat bagaimana kita membedakannya.

Tinggalkan komentar