Cara Kerja Sistem Imun Manusia

Sistem imun merupakan suatu hal yang menjadi bagian prioritas dalam kesehatan. Sistem ini yang sangat berperan dalam membantu menjaga kesehatan dengan membentuk melindungi tubuh dari virus, bakteri, dan bibit penyakit lainnya.

Kesehatan yang prima didukung dengan sistem imun yang prima, dengan begitu segala bentuk aktivitas kita dapat berjalan dengan baik. Begitu pentingnya sistem imun ini. Apakah yang dilakukan oleh sistem imun Anda sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit? Mari kita pahami melalui uraian berikut!

ilustrasi cara kerja sistem imun menghancurkan sel asing
Ilustrasi cara kerja sistem imun menghancurkan sel asing

Deskripsi Sistem Imun

Sistem imun adalah sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, virus, bakteri, protozoa, dan parasit. Sistem imun terdiri dari beberapa komponen mulai dari sel hingga organ. Sel darah merupakan bagian penting dalam sistem imun, terutama sel darah putih atau leukosit.

Produksi leukosit disimpan tubuh pada timus, limpa, dan sumsum tulang belakang atau pada organ limfoid. Sel darah putih atau leukosit akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh limpatik dan pembuluh darah yang siap mengawasi ketika terjadi serangan dari luar yang membahayakan kesehatan tubuh.

Leukosit utama yang bekerja sama mencari dan membunuh organisme penyebab penyakit adalah sebagai berikut:

1. Limfosit

Limfosit merupakan sel–sel yang membantu mengikat,mendeteksi, dan menghancurkan patogen atau entitas asing yang membahayakan kesehatan. Limfosit terdiri atas dua jenis yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit yang menetap dan berkembang di sumsum tulang belakang akan menjadi sel B, sedangkan limfosit yang yang berkembang di kelenjar timus akan menjadi sel T.

2. Fagosit

Fagosit adalah sel-sel yang akan memakan entitas asing membahayakan yang masuk ke tubuh. Sel yang termasuk fagosit adalah sebagai berikut:

  • Neutrofil. Jenis ini terdapat 65 % dalam tubuh manusia. Neutrofil memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri. Adanya Neutrofil menunjukkan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri termasuk peradangan kecil. Ketika jumlah neutrofil banyak yang mati maka akan terbentuk nanah.
  • Monosit. Jenis ini terdapat sejumlah 6 % dalam tubuh manusia. Monosit bertindak membersihkan hasil fagositosis (Proses memindahkan virus atau bakteri dari lokasi kejadian dengan cara menelannya). Monosit juga memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen dapat dihafal dan dibunuh atau dapat dijadikan sebagai antibodi.
  • Makrofag. Makrofag merupakan jenis sel monosit namun yang telah meninggalkan aliran darah serta masuk ke dalam jaringan.
  • Eisonofil. Merupakan sel darah putih dari jenis granulosit yang berperan dalam mengatasi serangan parasit. Tingginya kadar eisonofil merupakan indikator bahwa tubuh sedang diserang parasit.

Jenis-jenis fagosit berdasarkan fungsi dan prosesnya

Fagosit dapat dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya yaitu fagosit Profesional dan Fagosit Non Profesional.

  • Fagosit Profesional. Fagosit jenis ini memiliki molekul reseptor yang tertarik dengan bahan kimia tertentu yang menjadi indikator adanya infeksi pada suatu sel. Fagosit Profesional akan melakukan fagositosis untuk membuang bakteri, mikroba atau patogen lainnya.
  • Fagosit Non Profesional. Fagosit yang memakan dan membuang sel-sel tubuh mati atau sekarat.

Berdasarkan proses membunuh mikroba, fagosit dapat dibedakan menjadi dua proses yaitu:

  • Proses Intraseluler. Proses fagositosis yang terjadi di dalam sel. Proses ini terdiri dari dua proses yaitu dengan oksigen atau tanpa oksigen.
  • Proses Ekstraseluler. Proses Fagositosis yang terjadi di luar sel.

Cara Kerja Sistem Imun

Ketika antigen dideteksi oleh tubuh maka sistem imun akan bereaksi melindungi tubuh dari infeksi. Pada proses ini, beberapa sel akan bekerjasama untuk mendeteksi antigen kemudian memberikan respon. Sel-sel ini akan merangsang limfosit B untuk menghasilkan antibodi.

Selanjutnya sel T mencari dan menghancurkan antigen yang telah ditumpangi kemudian membantu memberi sinyal pada sel-sel fagosit untuk melakukan proses fagositosis.Ketika antibodi telah dihasilkan oleh tubuh seseorang selama beberapa waktu, maka tubuh telah bersiap untuk menjalankan tugasnya saat antigen kembali menyerang.

Antibodi yang tersedia dapat menetralkan racun yang dihasilkan oleh organisasi dan mengaktifkan sekelompok protein. Sekelompok protein ini disebut komplemen. Seluruh sel yang termasuk dalam bagian sistem imun yang berperan memberikan pertahanan atau perlindungan bagi tubuh terhadap penyakit dikenal dengan imunitas.

Tinggalkan komentar