Apakah Bakteri Merupakan Mahluk Hidup?

Bakteri sudah sering kita dengar dalam percakapan atau dicetak dalam buku. Namun pernahkah kita melihat bakteri?  bisa jadi hanya sebagian kecil kita yang pernah melihat langsung. Akibatnya sering timbul pertanyaan apa sih sebenarnya bakteri? dan apakah bakteri merupakan mahluk hidup ataukah bukan. Mari kita bahas di tulisan ini.

Apakah bakteri merupakan mahluk hidup?

apakah bakteri merupakan mahluk hidup

Pertanyaan seperti ini sering ditanyakan dalam ruang kelas mata pelajaran biologi sewaktu smp. Kondisi bakteri yang sulit dilihat dengan mata biasa dan hanya bisa di ketahui keberadaannya dengan bantuan mikroskop, membuat bakteri lebih sulit dikenali sifat-sifat dan karakteristiknya. Karena itu banyak yang kebingungan “bakteri sebenarnya mahluk hidup atau bukan?”. Jikapun bakteri merupakan mahluk hidup bagaimana penjelasannya.

Secara umum bakteri berarti mikroorganisme bersel satu yang hidup melimpah di alam. Bakteri dapat berada di tanah, laut, kulit manusia, bahkan di dalam usus manusia ataupun hewan. Berdasarkan strukturnya, bakteri terbilang unik karena ia tidak memiliki inti sel (nukleus) namun sebagian besar bakteri memiliki dinding sel seperti yang dimiliki sel tumbuhan. Bakteri umumnya berbentuk stik, bulat, spiral.

Dari penjelasan di atas dapat tarik kesimpulan bahwa bakteri merupakan mahluk hidup dan digolongkan dalam mikroorganisme bersel satu. Sebagai pembuktian bahwa bakteri merupakan mahluk hidup kita dapat melakukan kroscek karakteristik bakteri dengan 7 ciri-ciri mahluk hidup seperti berikut ini.

7 alasan mengapa bakteri disebut mahluk hidup

1. Membutuhkan Nutrisi (makanan)

Meskipun berukuran sangat kecil, hanya beberapa mikrometer saja, sebagai mahluk hidup bernama bakteri ini tetap membutuhkan nutrisi atau makanan dari lingkungan sekitarnya. Bakteri memperoleh makanan melalui tiga cara, photosintesis, kemosintesis dan simbiosis dengan oraganisme lain.

2. Bergerak

Beberapa jenis bakteri dapat bergerak dengan bantuan flagella yang merupakan struktur tubuhnya memampukan ia bergerak. Selain itu bakteri juga dapat bergerak dengan memanfaatkan lendir disekeliling tubuhnya untuk berpindah tempat.

3. Menghasilkan energi dari makanan

Bakteri merupakan mahluk hidup karena itu ia membutuhkan makanan sebagai sumber energi untuk kelangsungan hidupnya. Beberapa cara dilakukan oleh bakteri untuk mendapatkan energi, mulai dari berfotosintesis, dekomposer (memecah substansi organik), kemosintesis (memecah senyawa kimia di alam menjadi lebih sederhana), serta melalui mekanisme simbiosis dengan mahluk lain, baik itu mutualisme atau parasitisme.

4. Memiliki sistem ekskresi

Pada dasarnya bakteri juga memiliki sistem ekskresi yang membuang sisa-sisa bahan makanan yang di proses di tubuhnya ke lingkungan sekitarnya. Namun sistem ini sangat sederhana karena bakteri hanya bersel satu, dan lebih tetap disebut mekanisme transport sel. Mekanisme ini dibagi dalam beberapa jenis yaitu transport aktif, transport pasif (difusi, osmosis), endositosis, eksositosis.

5. Bertumbuh

Sebagai mahluk hidup bakteri juga mengalami pertumbuhan. Perubahan secara fisik seperti memanjang dan membesar juga terjadi pada bakteri, meskipun hanya dalam satu sel. Pertumbuhan bakteri terutama terjadi pada meningkatnya senyawa kimia yang mendukung terjadinya pembelahan sel untuk proses perkembangbiakannya.

6. Mampu bereproduksi

Sebagai mahluk hidup, bakteri bereproduksi dengan cara aseksual sehingga tidak ada bakteri jantan atau betina. Bakteri induk akan membelah diri dan membentuk copy akan dirinya sendiri dan menghasilkan bakteri baru dengan kondisi genetik yang identik.

7. Merespon terhadap perubahan lingkungan

Sepertihalnya mahluk hidup lainnya, bakteri juga mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa bakteri yang dapat bertahan pada suhu tinggi atau bakteri hiperthermofilik. Beberapa jenis bakteri juga menyesuaikan dengan lingkungan yang minim oksigen dan menggunakan nitrat ataupun sulfat untuk proses respirasinya. Bahkan ada jenis bakteri yang dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang terpapar radiasi tinggi.

Itulah tadi alasan yang dapat menjawab pertanyaan apakah bakteri merupakan mahluk hidup. Dengan memahami karakteristiknya, pemanfaatan bakteri dan cara menangkal efek buruknya dapat dipahami bahkan dibentuklah cabang ilmu biologi tentang bakteri yang disebut bakteriologi.

Tinggalkan komentar